Adaptasi Humas Polres Langsa Dalam Menghadapi Arus Informasi Digital: Upaya Membangun Kepercayaan Masyarakat
Keywords:
Humas Kepolisian; Citra Institusi; Komunikasi Digital; Situational Theory of the PublicsAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran Humas Polda Langsa dalam mengelola arus informasi digital sebagai instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma fenomenologis, penelitian ini membedah bagaimana pelaku humas menafsirkan dan mempraktikkan fungsi komunikasi di tengah disrupsi media. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci menggunakan teknik purposive sampling, yang kemudian divalidasi melalui triangulasi teknik dan sumber, termasuk pengamatan kegiatan digital serta studi dokumentasi kelembagaan. Analisis data dilakukan secara dialektis dengan mengintegrasikan Teori Situasional Publik dari James Grunig untuk memetakan perilaku komunikasi publik berdasarkan dimensi pengenalan masalah, pengenalan kendala, dan tingkat keterlibatan. Hasil penelitian memberikan gambaran bagaimana Humas Polda Langsa mengalami perubahan paradigma, dari fungsi administrasi-konvensional menjadi fungsi manajemen strategis dan pengelola makna. Transformasi ini diwujudkan dalam empat dimensi utama: (1) Peran komunikator melalui mekanisme akuntabilitas publik dalam hubungan media; (2) Diseminasi digital sebagai upaya memanusiakan wajah polisi di dunia maya; (3) Fungsi dokumentasi sebagai landasan faktual dalam konstruksi gambar; dan (4) Pengembangan hubungan eksternal dan sinergi kelembagaan sebagai sumber legitimasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa citra kepolisian di tingkat satuan daerah bukan hanya hasil penegakan hukum, tetapi konstruksi sosial-komunikatif yang adaptif. Keberhasilan membangun kepercayaan publik sangat bergantung pada kemampuan humas untuk menjembatani bahasa birokrasi kepolisian dengan ekspektasi publik yang semakin kritis dan partisipatif di era digital.






